Silaturahmi dan Doa Bersama (Munjung) di Makbarah Buyut Puser Desa Parungjaya

Silaturahmi dan Doa Bersama (Munjung) di Makbarah Buyut Puser Desa Parungjaya

Silaturahmi dan Doa Bersama (Munjung) di Makbarah Buyut Puser Desa Parungjaya

Silaturahmi dan Doa Bersama (Munjung) di Makbarah Buyut Puser Desa Parungjaya

PARUNGJAYA, LEUWIMUNDING, MAJALENGKA — Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat, Pemerintah Desa Parungjaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, melaksanakan kegiatan silaturahmi dan doa bersama (Munjung) di Makbarah Buyut Puser, Desa Parungjaya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Desa Parungjaya, RUSLAM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Parungjaya. Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung.

Munjung merupakan salah satu tradisi masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati para leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bersama-sama memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, dan kemajuan bagi masyarakat serta Desa Parungjaya.

Kepala Desa Parungjaya, RUSLAM, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi dan doa bersama seperti ini memiliki nilai penting dalam menjaga kebersamaan masyarakat. Tradisi yang mengandung nilai-nilai positif diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan munjung ini, kita dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta menjaga tradisi dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Kepala Desa Parungjaya.

Kehadiran para tokoh agama dalam kegiatan tersebut turut memberikan suasana religius. Doa bersama menjadi bagian utama kegiatan, dengan harapan seluruh masyarakat senantiasa diberikan keberkahan, ketenteraman, dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan munjung di Makbarah Buyut Puser bukan hanya menjadi kegiatan adat dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan serta semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Desa Parungjaya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Pemerintah Desa Parungjaya bersama masyarakat berkomitmen untuk terus menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

“Melestarikan tradisi, mempererat silaturahmi, dan menjaga kebersamaan untuk Parungjaya yang rukun dan maju.”

0 Komentar